Catat Meter Online
Rabu, 10 Juli 2013
Selasa, 25 September 2012
Tua di Meteran Listrik
| 21 April 2012 | 20:14
Tua di Meteran Listrik
Hari ini setelah sholat dzuhur berjamaah di Musholla Attaufiq dekat
rumah mertua saya ngobrol-ngobrol dengan tukang catat meteran listrik yang
setiap harinya kini menenteng kursi bakso dan potret kini hp yang ber JPS.
Sebut saja namanya Pak Mirsa. Pak Mirsa ini kerja sebagai pencatat
meteran listrik sejak tahun 1983 dengan gaji bulanan Rp 17.000 an dimana
mencatat listriknya pada tahun tersebut dari wilayah kali malang sampai lubang
buaya dengan jalan kaki menyambangi meteran listrik untuk dicatat angkanya pada
setiap harinya.
Pak Mirsa dari tahun 1983 sampai sekarang ini yaitu tahun 2012 masih
tergolong sebagai tenaga honorer artinya belum menjadi PNS (pegawai negeri
sipil). Pak Mirsa pada tahun 1983 berumur 21 tahun berarti kini sudah berumur
limapuluhan lebih.
Walau di usia limapuluhan tahun lebih tetap semangat dalam mencatat
meteran dari gang demi gang, jalan demi jalan ditelusurinya. Dalam seharinya
harus bisa memotret 200 an meteran karena dalam waktu limabelas hari harus bisa
merampungkan pemotretan 2500 an meteran dalam setiap bulannya dengan jalan kaki
dan menenteng kursi bakso untuk panjatan memotret. Maka Pak Mirsa ini sangat
akrab sekali dengan meteran listrik.
Dalam pola kerjanya, pak Mirsa 15 hari memotret 2500 an meteran
listrik dan limabelas hari berikutnya merekap hasil potretan di kantor dimana
jam kerjanya dari jam 08.00 sampai jam 16.00. Menurutnya praktisan yang sebelum
mencatat dengan pemotretan karena langsung jadi. Kalau yang model sekarang ya
harus memotret dan juga harus mencatat dan merekap.
Di usianya pak Mirsa yang sudah setengah abatan ini kini menerima gaji
sesuai dengan UMR dan trasprort. Menurut pengakuannya kini menerima gaji kotor
dua jutaan rupiah. (Sumber : www.kompasiana.com)
Senin, 30 Juli 2012
Prospektus Catat Meter Online
PROSPEKTUS RINGKAS
CaterLink
PENDAHULUAN
Kegiatan
Catat Meter Stand Meter PLN (disingkat Cater PLN) bagi PLN sebagai penerbit
tagihan rekening (biller) menjadi
amat penting dari suatu rangkaian proses penghimpunan data pemakaian lisrik
dari pelanggan sampai berbentuk rekening tagihan listrik. Hal ini disebabkan
karena sebagian besar (40 juta dari 42 juta) pelanggan PLN masih menggunakan
pola “pascabayar”.
Demikian pentingnya kegiatan Cater PLN, pihak PLN telah
mengembangkan berbagai system dan teknologi untuk melakukan kegiatan ini. Dari
semula menggunakan system manual (dicatat dalam suatu form khusus), kini telah
berkembang melalui pembacaan scanning barcode yang ditempel pada kWh Meter
pelanggan. Pembacaan barcode adalah sebagai upaya untuk melakukan validasi dari
sisi pelanggan, sehingga ada keharusan bagi para petugas Cater PLN untuk mendatangi
pelanggan. Alat yang digunakan untuk membaca barcode adalah PDT (Personal Data
Terminal) yang dibawa petugas Cater PLN, dengan cara terlebih dahulu men-scanning barcode yang tertera di meter
pelanggan sebelum petugas Cater PLN memasukkan posisi terakhir angka KWh atau
stand meter ke perangkat PDT.
Implementasi system Catat Meter PLN dengan menggunakan
PDT saat ini sebenarnya termasuk yang paling canggih dan handal, terutama
dilihat dari validitas data pelanggan. Sayang system ini masih mengandung
kelemahan, terutama data yang tersimpan dalam PDT masih harus di-upload ke PC
milik mitra outsourching PLN. Proses upload ini masih menggunakan manual dengan
cara membawa PDT ke lokasi PC milik mitra outsourching
PLN. Dari segi reability masih memerlukan waktu untuk memproses data sebelum
disampaikan ke PLN.
Sehubungan dengan masih terdapat kelemahan dalam system
Cater PLN selama ini, maka Tim IT dari PT. Indoviesta Utama, sebagai Provider
Ceterlink mencoba mengembangkan suatu
system dan teknologi Cater PLN yang memiliki tingkat realibiltas dan validitas
sangat tinggi, yaitu menggunakan perangkat yang relatif murah dan mudah
dioperasikan, yaitu HP (Hand Phone).
Penggunaan HP sebagai Cater PLN memberikan kehandalan karena :
(1)
Dapat dilakukan secara online dan realtime, karena data yang di-input
oleh petugas secara otomatis langsung masuk ke server perusahaan mitra outsourching PLN, bahkan sangat
dimungkinkan dapat langsung tersimpan ke server PLN.
(2)
Mememiliki tingkat validitas yang tinggi
karena dalam proses input data stand meter dilakukan dengan 2 (dua) tahap :
(a) Petugas
Cater harus memasukkan Username dan Password untuk mengaktivasi aplikasi CaterLink via HP.
(b) Setelah
aktivasi sukses Petugas Cater harus melakukan “download” atas RBM (Rute Baca Meter) untuk memulai kegiatan
pencatatan KwH Meter.
(3)
Input ID dapat dilakukan dengan 2 (dua)
cara :
(a)
Dengan cara “Take Picture” (memfoto) barcode
yang tertempel d KwH Meter Pelanggan, dan/atau.
(b)
Dengan cara mengetik IDPEL.
Melalui
tahapan ini, maka tidak ada celah lagi bagi para petugas Cater PLN untuk
memasukkan posisi meter tanpa terlebih dahulu melakukan proses aktivasi system
di HP serta “take picture”, apalagi tanpa
mengunjungi alamat pelanggan.
(4)
Selain sebagai media Cater PLN, perangkat
HP yang ada dapat dijadikan media transaksi pembayaran secara online, sehingga dalam posisi ini
petugas Cater PLN dapat berfungsi pula sebagai petugas penagih resmi rekening
listrik, tanpa harus melakukan investasi perangkat tambahan (aplikasi system
disiapkan oleh Provider Ceterlink).
Dalam
hal ini memberi peluang bagi petugas Cater PLN untuk menjadi mitra PPOB-PLN
dengan cara bekerja sama dengan perusahaan Collection Agent yang telah memiliki
layanan PPOB-PLN dengan menggunakan HP, sehingga Petugas Cater akan memperoleh
pendapatan tambahan dari fee penagihan rekening listrik dan/atau penjualan
pulsa/token PLN Pra-Bayar. Dari 30 hari kerja, 20 hari untuk menagih rekening
listrik secara door to door, sedangkan
7 hari selebihnya untuk melakukan kegiatan Cater.
MEKANISME
SISTEM OPERASI CaterLink
(1)
Petugas Cater melakukan aktivasi system
di HP dengan cara memasukkan Username
dan Password Petugas.
(2)
Setelah menu CaterLink
muncul di layar HP, Petugas Cater dapat melakukan tugasnya sesuai dengan
kebutuhan dan petunjuk yang ada di menu CaterLink.
(3)
Semua data pelanggan yang di-input dapat langsung secara online ke
server Perusahaan Outsourcing melalui server Provider CaterLink secara host-to-host.
(4)
Rekapitulasi data yang telah di-input
dan terkirim ke Server Perusahaan Outsourcing
perlu dievaluasi dan divalidasi oleh Supervisor sebelum disampaikan ke PLN.
(5)
Apabila terdapat data hasil validasi
yang meragukan, Supervisor dapat menugaskan kembali Petugas Cater untuk
melakukan updating data lapangan.
(6)
Apabila validasi dianggap final tanpa
ada data yang diragukan lagi, Perusahaan Outsourching
sudah dapat meng-upload data hasil
Cater ke pihak PLN.
(7)
Data yang masuk ke server PLN langsung
terkoneksi dengan server biller untuk
secara langsung dapat dikoneksikan pula dengan mitra Collection Agent PLN
secara online.
MANFAAT
PENGGUNAAN CaterLink
(1)
Bagi PLN : akan memperoleh data
pemakaian listrik yang terjamin realibilitas dan validitasnya dengan biaya yang
relatif murah tetapi didukung teknologi informasi yang canggih (untuk masa
kini).
(2)
Bagi Mitra Outsourching Cater : dapat menekan investasi pengadaan alat Cater,
karena adanya sharing investasi
dengan Provider CaterLink.
(3)
Bagi Provider CaterLink
:
dapat bermitra secara luas dengan Mitra Outsourching
PLN di seluruh wilayah Indonesia dengan tingkat kehandalan yang sama.
(4)
Bagi Petugas Cater : dengan perangkat HP
yang ada, selain mendapat honorarium sebagai Petugas Cater, para Petugas Cater
dapat memperoleh tambahan pendapatan berupa fee dari hasil penagihan listrik
secara resmi “door to door”, karena
perangkat HP yang ada dapat digunakan sebagai sarana transaksi PPOB-PLN secara door to door (PPOB-Mobile)
(5)
Secara nasional, penggunaan system ini
akan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi para Petugas Cater dan
keluarganya, karena selain akan memberi kenyamanan bekerja, juga akan
meningkatkan pendapatan yang relatif tetap dan berkesinambungan dalam jumlah
yang memadai bagi ribuan Petugas Cater di seluruh Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)